Tujuh Kabupaten di Sumut Rawan Banjir
MEDAN (kennortonhs.blogspot.com): Sebanyak tujuh kabupaten/kota di Sumatera Utara (Sumut) rawan banjir dan longsor. Tujuh daerah itu ialah Kabupaten Asahan, Labuhan batu, Tapanuli Tengah, Tapanuli Selatan, Tapanuli Utara, Mandailing Natal, dan Kota Medan.
Hal itu diperkirakan Badan Meteorologi dan Geofisika (BMG) Wilayah I Medan berkaitan dengan tingginya curah hujan selama sebulan terakhir. Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumut mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaannya terhadap bencana banjir dan longsor tersebut. “Gubernur Sumut (Rudolf M Pardede) telah mengirimkan surat edaran kepada bupati/walikota untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap bencana alam, terutama bagi masyarakat yang berada di daerah aliran sungai (DAS) dan di perbukitan,” kata Kepala Bidang (Kabid) Humas Pimpinan Pemprov Sumut ML Tobing di Medan, kemarin.
Kawasan yang dinilai tinggi tingkat kerawanannya terhadap banjir antara lain DAS Sibundong, Tapua, Lumut, Batu Mundam, Tabuyung, A Bintea, Batang Toru dan Batang Natal. Selain rawan banjir, beberapa daerah di Sumut juga rawan terjadinya gerakan tanah longsor. Kawasan yang tingkat kerawanannya sangat tinggi terhadap longsor ini yaitu Nias, Nias Selatan, Langkat, Tapanuli Tengah, Toba Samosir, Simalungun, Mandailing Natal, dan Tapanuli Utara.
Berdasarkan analisis BMG Wilayah I Medan, pada bulan Mei 2007 ini diperkirakan suhu muka laut di Laut China Selatan akan meningkat. Hal ini mengakibatkan pertumbuhan awan konventif pada bulan Mei akan marak sehingga hujan akan terjadi antara sore hingga malam hari dengan intensitas sedang (20 – 50 mm per hari) hingga lebat (di atas 50 mm per hari).
Perubahan cuaca ini juga mengakibatkan terjadinya gelombang di laut khususnya di wilayah Pantai Barat dengan ketinggian gelombang bisa di atas 3 meter. “Untuk itu para nelayan juga harus meningkatkan kewaspadaannya, khususnya nelayan yang menggunakan kapal-kapal kecil. Kalau tiba-tiba terjadi guntur di laut, hendaknya para nelayan kecil segera menepi untuk menghindarkan kemungkinan gelombang besar,” kata Tobing.
Bencana lainnya yang juga perlu diwaspadai selama bulan Mei ini yakni angin kencang (putting beliung). Menurut analisis BMG, angin putting beliung berpeluang terjadi di daerah Langkat, Deli Serdang, Labuhan Batu dan Kota Medan dengan kecepatan angin mencapai 50 Knot. Bahkan, khusus di Kabupaten Karo dan Dairi, diperkirakan bisa terjadi hujan es.**
